
Batang Hari - Pemerintah yakni Kementerian Komunikasi dan Informatikan (Kominfo) bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), serta Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman membentuk Gerakan Satu Juta Tumbler #GenerasiBijakPlastik. Gerakan ini merupakan komitmen Pemerintah untuk mengurangi dampak sampah plastik dan meningkatkan kesadaran masyarakat menggunakan botol minum (Tumbler).
Sampah plastik menjadi salah satu masalah yang belum teratasi dengan baik hingga saat ini. Penggunaan plastik yang tidak terkendali membuat volume sampah plastik terus meningkat. Sekolah menjadi salah satu tempat yang menghasilkan sampah plastik terbanyak. Jika penggunaan sampah tidak dikurangi, maka akan berdampak pada rusaknya lingkungan madrasah. Supaya kondisi ini tidak terjadi, dibutuhkan cara mengurangi sampah plastik di lingkungan madrasah yang benar.
Oleh karena itu, MTsN 3 Batang Hari ikut serta dalam Gerakan Mengurangi Sampah Plastik dengan tema #GenerasiBijakPlastik. Gerakan ini merupakan bagian dari Gerakan Nasional Indonesia Bersih. Upaya itu digagas pemerintah sebagai gerakan bersama seluruh rakyat Indonesia untuk menjaga lingkungan hidup, adalah dengan membawa botol minum dari rumah. Membawa botol minum dari rumah berarti siswa tidak perlu lagi membeli minuman kemasan di madrasah. Cara ini tidak hanya akan mengurangi sampah plastik saja tetapi juga mengajarkan siswa untuk hidup lebih sehat.
Bapak Kepala MTsN 3 Batang Hari Drs. Raden Akhmad Menegaskan bahwa membiasakan siswa membawa tumbler dan lunch box adalah sebagai bagian dari gerakan cinta lingkungan untuk mendukung pengelolaan sampah.
Selain itu Bapak Drs. Raden Akhmad juga mengajak seluruh warga sekolah untuk mampu mengurangi sampah terutama kantin sekolah yang masih menyediakan plastik diharapkan tidak lagi menyediakan, tetapi siswalah yang mempersiapkan tempat makan dan botol minum sendiri.
Upaya ini ditempuh sebagai cara untuk mengurangi debit sampah yang dihasilkan oleh warga madrasah yang siswanya cukup banyak. Pengolahan sampah juga disiasati dengan memilah sampah organik dan anorganik. Sampah organik di rubah menjadi kompos sedangkan sampah anorganik dibuat kerajinan tangan.
Terakhir, dengan gerakan ini madrasah mengajak siswa untuk membuat video kreasi tentang Gerakan Mengurangi Sampah Plastik yang nantinya akan dilombakan pada acara Class Meeting mendatang. (zf)
|
265x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya
Memuat tanggal...